Selasa, 26 Desember 2017


System
Element

Goals
Input
Process
Output
Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
1.Tester
2.Testee
3.Pensil HB
4.Penghapus
5. Stopwatch
6.1 lembar soal dan jawaban
1.Tester melakukan rapport
2.Tester memberikan instruksi
3.Testee mengisi identitas diri
4.Tester memulai pemeriksaan dan menyalakan stopwatch
5.Testee mengerjakan soal
6.    Testee selesai mengerjakan soal
7.Tester melakukan penutupan
8.Tester  mempersilahkan testee untuk keluar terlebih dahulu untuk pengecekan
9.Tester melakukan skoring terhadap jawaban testee
10.Tester merangking dari nilai terendah sampai nilai tertinggi
Hasil pengerjaan tes RMIB testee yang sudah diskoring, lalu dirangking dari nilai yang paling rendah sampai nilai tertinggi.
1.      Untuk keperluan observasi.
2.      Tes ini menimbulkan minat subjek dan kerjasama yang aktif sifatnya
3.   Hasil keseluruhan dari tes ini akan memperlihatkan pola minat dari subjek
NAMA KELOMPOK:
1.   Ezzaty                                   (13514710)
2.   Nadya Shabrina                     (17514775)  
3.   Zahrannisa Kurnia Putri        (1C514634)

KELAS: 4PA10


Minggu, 05 November 2017


Nama: Zahrannisa Kurnia Putri
NPM: 1C514634
Kelas: 4PA10

Elemen dan Karakteristik Psikologi

untuk membangun sistem informasi psikologi,kita perlu menyiapkan kebutuhan untuk elemen dan karakteristik yang dibangun.

A.Elemen sistem

  • sistem adalah dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama.
  • tujuan sistem harus mengarah ke satu atau beberapa tujuan.apakah subsistem dapat memberikan ukuran waktu,daya listrik atau informasi.sistem tersebut harus mengarah ke suatu tujuan.jika sebuah sistem tidak mengarah ke sebuah tujuan maka sistem ini harus diganti.
  • mekanisme kontrol
  1. input merupakan segala sesuatu yang masuk ke dalam suatu sistem,input dapat berupa energi,manusia,data,modal,bahan baku,layanan dan lainya.input merupakan pemicu bagi sistem untuk melakukan proses yang diperlukan.
  2. Proses adalah perubahan dari input menjadi output. Proses ini mungkin dilakukan oleh, mesin, orang, atau komputer. Kombinasi input serta urutan yang berbeda untuk menghasilkan output yang bermacam-macam menjadikan proses itu sangat kompleks. Proses mungkin berupa perakitan yang menghasilkan satu macam output dari berbagai macam input yang disusun berdasarkan aturan tertentu.
  3. Output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem
B.karakteristik sistem
 Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya:

  • Batasan (boundary) adalah penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem.
  • Lingkungan (environment) adalah segala sesutau di luar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
  • Masukan (input) adalah sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
  • Keluaran (output) adalah sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer computer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
  • Komponen (component) adalah kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output)
  • Penghubung (interface) adalah tempat dimana komponen atau sistem dan lingkuhngannya bertemu atau berinteraksi.
  • Penyimpanan (storage) adalah area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya
C.model sistem informasi psikologi
SPSS adalah suatu program komputer statistik yang mampu memproses data statistik secara cepat dan tepat, menjadi berbagai output yang dikehendaki para pengambil keputusan (Santoso, 2003). Program ini memang dibuat untuk membantu berbagai bidang ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Psikologi pun menggunakan aplikasi ini dalam membantu mengolah data. Data yang bisa diaplikasikan ke dalam SPSS berbentuk data kuantitatif. Aplikasi SPSS sangat membantu dalam bidang psikologi ketika seseorang sedang melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam melakukan penelitian, jumlah subjek yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Demi memperoleh hasil yang akurat, diperlukan cukup banyak subjek sebagai respondennya. Data responden nantinya akan diolah namun tidak secara manual untuk menghindari hasil yang tidak akurat, pembuangan energi dalam pelaksanaanya, terjadinya kelelahan, dsb. Dengan SPSS, berbagai masalah yang muncul jika diolah secara manual dapat teratasi.


kesimpulan
a. jadi untuk mengetahui dan memahami tentang elemen dan sistem informasi terlebih dahulu harus dilihat dari segi tujuan sistem itu dibuat,dan komponen yang membentuk sistem tersebut.
b.memiliki keterangan kontrol yang baik dan teratur dalam penyusunan struktur komponen pembentuk elemen sistem.
c.dalam sistem pengontrolan melewati tiga tahapan input,proses dan ouput
d.karakteristik sistem memiliki tahapan-tahapan yang dapat membedakan dari sistem lainya(batasan,lingkungan,masukkan,keluaran,komponen,penghubung,penyimpanan)
e.menentukan sistem yang akan digunakan dengan mengunakan aplikasi SPSS dengan statistik yang mampu memproses data statistik dengan cepat.

jadi untuk mengetahui dan memahami tentang elemen dan sistem informasi terlebih dahulu harus dilihat dari segi tujuan sistem itu dibuat,dan komponen yang membentuk sistem tersebut.memiliki keterangan kontrol yang baik dan teratur dalam penyusunan struktur komponen pembentuk elemen sistem.dalam sistem pengontrolan melewati tiga tahapan input,proses dan ouput.dalam sistem pengontrolan melewati tiga tahapan input,proses dan ouput.karakteristik sistem memiliki tahapan-tahapan yang dapat membedakan dari sistem lainya(batasan,lingkungan,masukkan,keluaran,komponen,penghubung,penyimpanan).menentukan sistem yang akan digunakan dengan mengunakan aplikasi SPSS dengan statistik yang mampu memproses data statistik dengan cepat. 

DAFTAR PUSTAKA
Djahir. Y., Pratita, D.  (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Fatta, H.A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.
Hall. J.A. (2007). Sistem informasi akuntasi. Jakarta: Salemba Empat

Selasa, 03 Oktober 2017


Nama: Zahrannisa Kurnia Putri
NPM: 1C514634
Kelas: 4PA10

Sistem Informasi Psikologi

Pengertian Sistem

Menurut Hanif Al Fatta (2007) sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.

Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Menurut Eriyanto (2004), sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna untuk pengambilan keputusan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, sistem adalah suatu kumpulan komponen yang digabungkan untuk memudahkan mendapat informasi atau materi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian Informasi

Menurut Hendi Haryadi (2009) informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna untuk pengambilan keputusan.

Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.

Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. ta yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan atau memberikan suatu informasi yang baru.

Pengertian Psikologi

Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Menurut Clifford T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.

Sedangkan Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia baik secara individual maupun kelompok, yang Nampak maupun yang tidak tampak.


 Pengertian Sistem Informasi Psikologi

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu kumpulan langkah-langkah pelaksanaan untuk mendapatkan suatu informasi yang berhubungan dengan psikologi.


Daftar Pustaka

Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Eriyanto. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor: Grasindo.

Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi

Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers

Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media.


Sabtu, 07 Januari 2017

KIAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN

NAMA : ZAHRANNISA KURNIA PUTRI
KELAS : 3 PA 10
NPM : 1C514634

KIAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KAYAWAN/SDM

1. Dengarkan dan hargai ide-ide baru karyawan
Setiap orang ingin didengarkan, tak terkecuali karyawan Anda. Berikan waktu Anda untuk mendengarkan ide-ide baru karyawan. Hal ini membuktikan Anda seorang atasan yang berwibawa dan bijaksana.
Perusahaan yang baik memberi kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kreativitas melalui ide-ide baru karyawan. Setiap pendapat, pemikiran atau ide adalah hasil dari buah pikiran. Jadi terdapat sebuah proses berpikir sebelum pendapat atau ide itu muncul di kepala karyawan Anda. Hargailah setiap pendapat atau ide yang diajukan oleh karyawan.
2. Pelihara hubungan sosial yang baik
Komunikasi dan interaksi yang baik antara Anda dan karyawan akan menumbuhkan hubungan yang lebih baik. Sikap peduli Anda akan membuat karyawan merasa segan karena mereka diperhatikan oleh Anda.
Contoh kecil yang bisa Anda lakukan adalah kunjungan ke rumah karyawan. Kunjungan ini dilakukan untuk memelihara hubungan sosial dengan karyawan. Mengenal dan mengetahui kondisi keluarga karyawan dapat memberi Anda gambaran akan kepribadian dan karakter karyawan tersebut.
Hubungan sosial juga terjalin dari komunikasi yang baik antara Anda dan karyawan. Menurut Forbes.com Anda harus selalu menularkan pengaruh positif dan koneksi emosional yang positif. Jika Anda marah-marah atau depresi, emosi ini akan berpengaruh kepada karyawan Anda.
3. Bantu merencanakan karier karyawan
Tentu setiap karyawan ingin naik jabatan sehingga kariernya lebih baik. Jangan tutup mata terhadap karier karyawan Anda. Lakukan penilaian kinerja karyawan. Rencanakan pelatihan yang sesuai untuk menumbuhkembangkan keterampilan yang merupakan kelebihan karyawan tersebut, tidak hanya fokus pada kekurangan karyawan.
Menurut PakarKinerja.com, merencanakan karier karyawan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja. Perencanaan karier karyawan dapat menjaga semangat karyawan agar tidak jenuh dengan posisinya saat ini dan tahu kapan ia akan naik jabatan apabila kinerjanya terus meningkat.
4. Jelaskan peran karyawan terhadap perusahaan
Karyawan ingin mendapat pengakuaan bahwa mereka berkontribusi terhadap pencapaian visi, misi, dan nilai perusahaan. Dengan demikian Anda harus memberi penjelasan tentang ketiga hal tersebut dan peran penting karyawan dalam meraihnya.
Buatlah karyawan merasakan bahwa tujuan perusahaan adalah tujuan mereka. Dengan kata lain, visi, misi, dan nilai perusahaan adalah milik mereka sehingga mereka berusaha untuk turut serta mewujudkannya.
5. Apresiasi peningkatan kinerja sekecil apa pun
Anda sebaiknya memperhatikan setiap peningkatan kinerja karyawan Anda. Sekecil apa pun hal positif atau peningkatan keterampilan yang telah diupayakan oleh karyawan, Anda harus mengapresiasinya. Pemberian apresiasi ini sangat penting untuk meningkatkan motivasi kerja mereka.
Jangan hanya menuntut karyawan meningkatkan keterampilan di bidangnya. Percuma saja Anda meminta mereka belajar tetapi tidak ada yang memberi evaluasi terhadap implementasi dari hal yang telah dipelajari.
6. Lakukan kontrol dengan sering muncul saat karyawan bekerja
Kehadiran Anda sebagai atasan tertinggi bisa berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Banyak karyawan yang malas bekerja dan akhirnya demotivasi karena tidak pernah dikunjungi oleh atasannya. Bahkan atasan langsungnya terkesan tidak peduli dengan hasil kerja keras bawahannya.
Upayakan sapa karyawan yang berpapasan dengan Anda. Selain itu, luangkan waktu Anda untuk datang ke ruangan mereka atau saat mereka bekerja. Jangan segan-segan untuk membantu mereka apabila mereka mengalami kesulitan yang benar-benar tidak bisa diselesaikan.
7. Bangun kepercayaan antara Anda dan karyawan
Kepercayaan adalah modal untuk hubungan kerja yang lebih baik. Bangun kepercayaan dengan mengutamakan kejujuran. Jangan pernah berbohong atau bergosip tentang karyawan yang kurang Anda sukai kepada karyawan lain. Ini akan menjadi bumerang bagi Anda karena kepercayaan karyawan terhadap Anda bisa runtuh.
Selain itu, membina komunikasi yang baik juga menjadi salah satu cara membangun kepercayaan. Harus ada dialog dua arah apabila ingin membina komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan. Anda mendengarkan karyawan dan sebaliknya karyawan pun akan mendengarkan Anda. Dengan begitu terbangun kepercayaan yang membuat karyawan semakin semangat bekerja.
8. Buat suasana kerja yang positif dan menyenangkan
Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan kerap membuat karyawan semangat bekerja. Karyawan mendapat dorongan dari luar diri yang mempengaruhi mereka untuk tetap positif sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.
Sebagai atasan tertinggi, Anda hendaknya membuat suasana kerja menjadi lebih positif. Tentu saja Anda harus memelihara pemikiran positif terlebih dahulu. Jika Anda memiliki karakter positif dan selalu melihat bahwa segala sesuatu ada jalan keluarnya, akan sangat mudah menciptakan suasana kerja yang positif dan menyenangkan untuk meningkatkan motivasi karyawan Anda.
9. Dorong karyawan untuk terus belajar dan berkembang
Jangan pernah memandang rendah bawahan Anda. Seperti Anda, karyawan adalah pribadi yang unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Rangkul mereka sebagai teman dan saudara. Dorong mereka untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka.
Jika perlu, beri mereka kata-kata motivasi untuk terus bersemangat. Lihat kumpulan kata motivasi di TipsPengembanganDiri.com jika Anda ingin kutipan terbaik dari tokoh-tokoh dunia.
Jangan sesekali Anda merasa terancam dengan adanya karyawan yang lebih terampil di satu bidang. Malah, Anda harus mengembangkannya sehingga ia terus berkeinginan untuk belajar dan bertumbuh. Tentu Anda akan belajar sesuatu yang berharga dari karyawan tersebut.
10. Berwibawalah namun tidak kaku
Menjadi atasan yang berwibawa adalah sebuah tantangan yang menarik dan harus Anda taklukkan. Karyawan menjadi semakin segan apabila Anda mengupayakan cara-cara untuk menjadi atasan yang berwibawa dan bijaksana dalam mengambil keputusan terkait kesejahteraan karyawan.
Tak ada salahnya jika Anda selalu menyapa bawahan terlebih dahulu dan aktif mengikuti acara yang diselenggarakan bawahan Anda. Jangan pikir Anda harus dihormati terlebih dahulu hanya karena Anda adalah bos mereka.
Selain itu, upayakan untuk tidak terlalu kaku dalam mengambil keputusan. Simak dan pertimbangkan suara karyawan Anda.
11. Rencanakan waktu gathering dan refreshing bersama
Quality time tidak hanya diupayakan untuk anggota keluarga. Atasan yang peduli dengan karyawannya akan meluangkan waktu yang berkualitas untuk sekedar berkumpul atau ngobrol ringan saat coffee break.
Melulu berbicara tentang pekerjaan membuat karyawan jenuh. Ada waktunya Anda harus melakukan kegiatan seperti family gathering atau refreshing bersama. Ingat, jangan membahas soal pekerjaan saat Anda dan karyawan sedang menikmati kegiatan tersebut.
12. Berikan perhatian dan human touch
Tentu setiap karyawan ingin mendapat perhatian dari atasannya. Tunjukkan jika Anda adalah atasan yang memperhatikan karyawan.Tingkatkan kepedulian Anda kepada karyawan, tetapi tetap dalam batas wajar.
Memberi hak cuti kepada karyawan yang sedang ditimpa musibah atau bencana bisa jadi salah satu bentuk kepedulian Anda. Tunjukkan simpati Anda sebagai atasan yang memperhatikan bawahannya.
13. Jadi contoh yang baik
Selalu menjadi contoh yang baik untuk bawahan Anda. Salah satu contohnya dengan selalu hadir lebih pagi. Banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan datang lebih pagi. Pun, ide-ide segar biasanya diperoleh saat pagi dalam suasana masih hening.
Jangan lihat perubahannya hari ini, tapi lihat beberapa minggu atau bulan ke depan. Banyak karyawan akan rajin datang tepat waktu karena melihat Anda memberi contoh yang baik kepada mereka.
14. Beri insentif atau bonus yang adil
Walaupun uang bukan motivasi terbesar karyawan dalam bekerja, Anda tetap harus memperhatikannya. Insentif atau bonus yang adil membuat karyawan berpikir bahwa perusahaan memberi hak karyawan secara profesional. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya semangat kerja karyawan. Jika ia melakukan lebih, ia akan mendapatkan lebih. Sounds fair?

Motivasi karyawan perlu ditingkatkan agar mereka lebih berkinerja, bekerja dengan profesional dan betah menjadi karyawan di perusahaan Anda. Jangan sampai mereka mengundurkan diri hanya karena tidak ada motivasi kerja. Lakukan cara-cara memotivasi karyawan tersebut secara konsisten sehingga mencapai hasil yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.duniakaryawan.com/cara-memotivasi-karyawan/